di Transjakarta

Waktu kemarin nganter Sarah shooting, aku dan Sarah memutuskan naik transjakarta dulu dr terminal Pulogadung, Sarah suka kalo naik transjakarta, karena bisa mengamati banyak orang dan pemandangan katany dibandingkan naik taksi, aku naik yang ke dukuh atas, karena naikny dari pulogadung, otomatis kita dapat bangku… Walau tadiny sempet bt karena nunggu busny rada lama.
Sampai di halte rawamangun, naiklah ibu2 mengendong anaknya, yang aku pikir anakny masih dibawah 2 tahunan. Atau mungkin masih bayi, aku tidak memperhatikan, karena lagi asyik ama Sarah. Ng taunya bapak2 yg duduk disebelahku bangun dan memberikan kursiny ke ibu itu, smp ibu itu duduk aku masih ng perhatiin, tau2 ibu itu membuka pembicaraan :
“Elis lapar ya? Tadi si ibu buatin bubur ng mau..”
Trus ibu itu masih ngoceh
” anakny cantik bu, umur brp? Anak saya ud 5 tahun, tapi cacat. Ya begini ini bu…”
Katany ke aku
Otomatis aku nengok ke ibu itu, senyum dan melihat anaknya…ya ternyata anakny cacat mental, badany kecil kaya anak polio, badanny ng bisa tegak, matany melek tapi ng bisa melihat, kasian, tapi dia bisa dengar…
Aku bertanya “dari mana bu?”
Ibu itu :
“dari terapi listrik di rawamangun”

Aku :” tinggal dimana?”
Ibu itu :
“tangerang.”

Aku :“jauh amat”
Ibu :
“ya disana ng ada, anak saya skrg sudah bisa tengkurap terapi di rawamangun. 1 minggu 3x…”

Ooo
Ibu:“suami saya sudah meninggal karena stres, minum obat,saya kalo tidak kuat juga ikut.”
Aku:
” jangan bu, Tuhan punya rencana yang pasti baik buat ibu dan anak ibu, saat ini emang berat, tapi kl ibu terus bertahan dan pasrah, Tuhan pasti menjawab.”

Ibu :“anak saya ini 5 tahun mba, makanny cuma bubur instan nestle, tadi pagi saya mau ngutang ama warung ng dikasih. Uang saya cuma cukup buat naik transjakarta, saya buatin bubur saring ng mau dia”
Aku terharu, kasian walau dia sudah ng ada uang, ibu itu tetap usaha buat anaknya supaya anakny sembuh, ternyata ibu itu kerjany pembantu cuci gosok. Dan itu jauh dari rumahny, mesti naik transjakarta juga. Kasian…
Pembicaraan terhenti karena aku dan Sarah mau turun duluan, sedikit uang buat Elis(nama anak ibu itu), supaya bisa makan dl min 1 minggu, maaf ya bu saya tidak bisa bantu banyak…(Dalam hatiku berdoa biar Tuhan yang meringankan beban ibu, dan Elis bisa sembuh). Sarah sempat kenalan, dan memegang tangan Elis, aku sungguh bangga, sarah ng merasa takut atau jijik… Justru sarah menyuruhku memberikan uangny buat ibu itu… Sampai ketemu lagi Elis…cepet sembuh ya nak…
Tuhan terima kasih aku dan keluargaku masih diberi kesehatan, dan rejeki dari Mu selalu. Walau belum sesuai dengan yang kami harapkan tapi p>Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s